Dewa Angkara Murka: Office Romance Berbalut Fake Dating yang Menghibur
Novel Dewa Angkara Murka karya Aya Widjaja adalah sebuah karya fiksi romantis dengan latar belakang dunia kerja yang memikat dan penuh dinamika emosional. Mengambil sudut pandang seorang perempuan bernama Mosha, pembaca dibawa menyusuri lika-liku hubungan profesional yang perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih kompleks. Dewangkara Maheswara, bos Mosha, adalah pria dingin, kaku, dan perfeksionis—hingga ia dijuluki “Dewa Angkara Murka” oleh para bawahannya. Ketika Dewangkara menghadapi tekanan dari keluarganya untuk menikah, ia memutuskan untuk meminta Mosha berpura-pura menjadi kekasihnya, demi menghindari perjodohan. Mosha awalnya enggan, namun ketika ia mendapati undangan pernikahan dari mantan kekasihnya yang juga rekan kerja, ia akhirnya menerima tawaran tersebut.
Yang awalnya hanya perjanjian semu dan hubungan profesional, lambat laun berubah menjadi hubungan yang lebih intim, diwarnai dengan kebingungan, konflik batin, dan berbagai kejutan emosional. Aya Widjaja berhasil menyajikan kisah ini dengan narasi yang ringan namun tajam, memadukan humor, sindiran sosial, dan dinamika romantis yang cukup realistis, terutama dalam setting kantor yang penuh tekanan. Kekuatan novel ini terletak pada penggambaran karakter yang hidup dan dialog-dialog yang tajam namun menghibur. Dewangkara, dengan segala kekakuan dan ketegasannya, bukan hanya menjadi tokoh yang menyebalkan, tapi juga menarik dan berkembang seiring cerita berjalan. Mosha pun tampil sebagai karakter yang cerdas, tangguh, dan mudah disukai, sehingga membuat pembaca merasa terhubung dengan perjuangannya, baik secara personal maupun profesional.
Selain unsur romantis, novel ini juga menyisipkan tema tentang harga diri, luka masa lalu, dan keberanian untuk menghadapi perasaan yang rumit. Aya Widjaja tidak serta-merta menjadikan hubungan dua karakter utama ini sebagai kisah cinta instan, melainkan membangun konflik secara bertahap, dengan latar belakang emosional yang kuat. Gaya bahasa yang luwes dan dialog yang mengalir membuat novel ini terasa segar dan tidak membosankan, meskipun alurnya cenderung mengikuti pola klasik enemies-to-lovers yang sudah sering dijumpai dalam genre romance.
Secara keseluruhan, Dewa Angkara Murka adalah novel yang cocok untuk pembaca yang menginginkan cerita cinta dengan bumbu realitas kantor, konflik personal, dan humor yang menyenangkan. Dengan balutan konflik yang cukup dalam dan pengembangan karakter yang baik, Aya Widjaja sekali lagi menunjukkan kemampuannya menyusun kisah romansa yang tidak hanya menghibur, tapi juga menyentuh. Novel ini sangat direkomendasikan bagi para penggemar kisah-kisah romansa kontemporer Indonesia, terutama mereka yang menyukai dinamika “bos galak dan karyawan cerdas” yang penuh kejutan.
Personal Rate : 4,5/5



Komentar
Posting Komentar